Pencemaran Udara

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membagikan artikel yang membahas tentang pencemaran udara.

lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan [pemanasan global yang memengaruhi;

1.Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  •  Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

2.Sumber alami

  • Gunung berapi
  • Rawa-rawa
  • Kebakaran hutan
  • Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

3.Sumber-sumber lain

 

  •  Transportasi amonia
  • Kebocoran tangki klor
  •  Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah
  • Uap pelarut organik

4.Jenis-jenis pencemar

  •  Karbon monoksida
  •  Oksida nitrogen
  • Oksida sulfur
  •  CFC
  • Hidrokarbon
  •  Ozon
  • Volatile Organic Compounds
  • Partikulat

-  Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015

-  Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

-  Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan.

 Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  •  Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  •  Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan


Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

-  
Dampak dari pemanasan global adalah:

  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna


Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

Saran

Pencemaran udara di kota – kota besar semakin marak apalagi dijalanan asap – asap kendaraan kian berterbangan. Bukan dijalanan saja tetapi dekat pabrik – pabrik yang mengakibatkan polusi udara semakin menyabar.

Adapun solusi yang harus kita lakukan demi mengurangi polusi ini adalah sebagai berikut:
a. Memilih lokasi industri di tempat yang jauh dari permukaan pada lahan yang tidak produktif
b. Melengkapi cerobong asap pabrik dengan alat penyaring udara serta mempertinggi cerobong tersebut
c. Menanami hutan – hutan gundul dengan tumbuhan – tumbuhan pelindung
d. Merawat mesin – mesin kendaraan
e. Merawat benda – benda yang mudah berkarat seperti besi, baja dan lain – lain

semoga artikel dari kami Les privat sidoarjo bermanfaat untuk Anda!!

 

Penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membagikan Artikel yang membahas tentang Penjajahan Bangsa Eropa di Indonesia.
lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

PENJELAJAHAN BANGSA-BANGSA EROPA SEJAK AKHIR ABAD 15
a. Penjelajahan bangsa portugis
Pelopor penjelajahan bangsa portugis adalah Pangeran Henry “Pelaut” (1294-1460) yang sampai di pantai Barat Afrika dan mereka menemukan emas di Afrika. Pada tahun 1487 Bartholomeus Diaz mencapai ujung Afrika Selatan yang disebut Tanjung Harapan. Penjelajahan ini lalu diteruskan oleh Vasco da Gama (1497-1499) sampai di Goa(India). Dari india para penjelajah kembali ke Lisabon/Lisboa dengan membawa barang dagangan yang sangat berharga.
b. Spanyol
Apabila portugis menjelajah ke Selatan lalu ke timur , Bangsa Spanyol berlayar ke arah barat. Dasar penjelajahan kedua bangsa tersebut adalah kesepakatan/perjanjian Thordesillas tahun 1492 setelah spanyol dan portugis sepakat meminta restu Paus untuk menyebarkan ajaran agama Katolik ke seluruh dunia
  • Isi perjanjian Thordesilla menetapkan : Portugis berlayar ke Timur dan Spanyol ke barat masing-masing dari kepulauan Tanjung Verdee yang terletak di sebelah barat Afrika.

Para penjelajah samudra yang berasal dari Spanyol antara lain adalah : Columbus dan Magehaens . Columbus melakukan empat kali pelayaran ke Amerika antara tahun 1492-1502 dan menemukan kepulauan Karibia. Sedangkan untuk pelayaran Magelhaens ia berlayar dari Spanyol ke arah barat daya melintasi Samodra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika yang disebut selat Magelhaens kemuadian menyeberangi samodra Pasifik, dan mendarat di Philipina tahun 1521. Magelhaends terbunuh. Pelayaran dilanjutkan oleh Sebastian del Cano yang tiba dimaluku pada tahun 1522. Pelayaran magelhaens berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan yaitu :

  1. Bukti bahwa bumi itu bulat
  2. Samodra Pasifik semakin luas
  3. Bumi ini lebih besar dibandingkan dengan keadaan yang selama ini dipercaya orang
Untuk menghindari permusuhan antara kedua Negara tersebut ., maka diperbaharuilah perjanjian Thordesillas menjadi perjanjian Saragosa pada tahun 1521

  • Isi perjanjian Saragosa adalah :
a. Daerah kekuasaan dan pelayaran Portugis adalah dari Brazilia ke Timur sampai Halmahera
b. Spanyol berkuasa atas mexico ke barat terus sampai Philipina.
c. Belanda
Pada tahun 1580 Portugis diduduki oleh spanyol sementara itu Belanda terlibat perang kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh spanyol para padagang belanda tidak di izinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia timur. Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia Dari Jan Huygen Van Linschoten , seorang penjelajah belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia.
Pada tahun 1596 , Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal berawak kapal 249 orang mendarat di Banten. Kehadiran Belanda di Nusantara di mengawali penjajahan di Indonesia ditandai dengan terbentuknya VOC(Verenigde Oost Indishe Compagnie) tahun 1602.
d. Inggris
Oleh pemerintahan Belanda , VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa ) sebagai berikut :
1.      Dianggap sebagai wakil pemerintah BElanda di Asia
2.      Monopoli perdagangan
3.      Mencetak uang mengedarkan uang sendiri
4.      Mengadakan perjanjian
5.      Menaklukan perang dengan Negara lain
6.      Menjalankan kekuasaan kehakiman
7.      Pemungutan pajak
8.      Memiliki angkatan perang sendiri
9.      Mengadakan pemerintahan sendiri
  • Untuk melaksanakan kekuasaan di Indonesia di angkatlah jabatan Gubernur jenderal VOC antara lain :
a. Pieter Both , merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon
b. Jan Pieterzoon Coen , merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta .
  • Cara belanda memperoleh monopoli perdagangan di Indonesia antara lain yaitu :
a.Melakukan pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing , seperti Inggris , Perancis , dan Denmark.
b.Melakukan Ekstirpasi , yaitu penebangan tanaman milik rakyat . tujuannya adalah mempertahankan agar harga rempah-rempah  tidak merosot bila hasil panen berlebihan .
c.Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalang perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC . penyerahan wajib itu disebut “Verplichte Leverantien”.
d.Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak yang disebut dengan istilah Contingenten Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak mempergunakan tenaga Bupati , sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya.
  • Pada pertengahan Abad ke 18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan
a.Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
b.Banyak pengeluaran untuk biaya perang contoh perang melawaan Hasanuddin di Gowa
c. Banyaknya gaji yang harus di bayar karena kekuasaan yang luas membuuhkan pegawai
    yang sangat banyak
d.Pembayaran Devident bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasuan
    VOC berkurang
e Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
f.Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal mengajurkan perdagangan bebas Dengan alasan tersebut , VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden .
les privat sidoarjo juga akan membahas tentang Terbentuknya pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
 TERBENTUKNYA PEMERINTAHAN KOLONIAL HINDIA BELANDA .
Situasi di Eropa membawa perubahan pemerintahan di Belanda. Pada tahun 1975 tentara Perancis menyerbu Belanda sehhingga pangeran Willem V melarikan diri ke Inggris. Kerajaan Belanda sekanjutnya di pimpin oleh Louis Napoleon , adik Napoleon Bonaparte , kaisar Perancis. Louis Napoleon kemudian mengankat gubernur Jenderal untuk memerintah daerah colonial Hindia Belanda bersama Herman Willem Daendels.
a.       Masa pemerintahan H.W daendels di Indonesia (1808-1811)
Pada masa Daendels berkuasa , Perancis bermusuhan dengan Inggris dalam perang koalisi d Eropa. Maka tugas utama Daendels di Hindia Belanda adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.  Untuk melaksanakan tugas tersebut , langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :
1.      BIDANG PERTAHANAN
a.Menambah jumlah prajurit menjdi 18.000 yang sebagian besar dari suku-suku bangsa Indonesia
b.Membangun benteng di beberapa kota dan pusat pertahannya di Kalijati Bandung
c.Membangun jalan raya  dari Anyer sampai penarukan kurang lebih 1000 KM yang di selesaikan dalam waktu 1 tahun dengan kerja paksa/rodi di setiap 7 KM di bnagun pos jaga.
d.      Membangun armada laut dan pelabuhan armada dengan pusat di Surabaya
2.      BIDANG KEUANGAN
a.       Mengeluarkan mata uang kertas
b.      Menjual tanah produktif milik rakyat kepada swasta sehingga muncul tanah swasta (partikelir) yang banyak dimiliki orang Cina , Arab dan Belanda
c.       Meningkatkan pemasukan uang dengan cara-cara sebelumnya yaitu memborongkan pungutan pajak , Contingenten dan penanaman kopi.
3.      BIDANG PEMERINTAHAN
a.       Membentuk secretariat Negara untuk membereskan administrasi Negara
b.      Kedudukan bupati sebagai penguasa tradisional diubah menjadi pegawai pemerintahan dan digaji
c.       Memindahkan pusat pemerintahan dari Sunda Kelapa ke Welterren “(sekarang Gedung Mahkamah Agung di Jakarta)”
d.      Pulau jawa dibagi menjadi 9 wilayah
e.       Membangun kantor-kantor pengadilan
Sisi negative pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktek perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di jawa yang buruk , sehingga menimbulkan perlawanan.
b.      Masa pemerintahan Thomas stamfort Raffles di Indonesia 1811-1816
Pada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerinytahkan Thomas raffles yang berkedudukan di Penang untuk menguasai pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal , Inggris berhasil meduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 september 1811 Belanda menyerah melalui kapitulasi tuntang .
  • Isi kapitulasi tuntang adalah :
1.      Pulau jawa dan sekitarnya di kuasai Inggris
2.      Semua tentara belanda menjadi tawanan Inggris
3.      Orang Belanda daoat dijadikan pegawai Inggris
Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur dengan tugas mengatur pemerintahan dari peningkatan perdagangan dan keamanan.
A.    Bidang pemerintahan
  1. Membagi pulau jawa menjadi 18 Keresidenan
  2. Mengangkat bupati menjadi pegawai negeri yang digaji
  3. Mempraktekkan system yuri dalam pengadilan seprti di Inggris
  4. Melarang adanya perbudakan
  5. Membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor
B.     Bidang perekonomian dan keuangan
  1. Melaksanakan system sewa tanah (Land Rente) , tindakan ini didasarkan pada pendapatan bahwa pemerintah Inggris adalah yang berkuasa atas semua tanah , sehingga penduduk yang menepati tanah wajib membayar pajak
  2. Meneruskan usaha yang pernah dilakukan belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta , serta penanaman kopi
  3. Melakukan penanaman bebas , melibatkan rakyat  ikut serta dalam perdagangan.
  4. Memonopoli garam agar tidak dipermainkan dalam perdagangan karena sangat penting bagi rakyat
  5. Menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi
Mengapa pemerintahan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816 ? Keadaan di negeri jajahan sangatlah bergantung pada kondisi di Eropa. Pada  tahun  1814 Napoleon Boneparte kalah melawan raja-raja di Eropa dalam perang koalisi. Untuk memulihkan keadaan di eropa maka di adakan kongres Wina 1814 sedangkan antara Inggris dan Belanda ditindaklanjuti.
Convention of London 1814 berisi :
  • Belanda menerima kembali jajahnnya yang diserahkan kepada Inggris dalam Kapitulasi Tuntang
  • Inggris memperoleh tanjung Harapan dan srilangka dari Belanda
Pada tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui Treaty of London tahun 1824 isinya antara lain menegaskan :
  • Belanda memberikan malaka kepada Inggris dan sebaliknya Inngris memberikan Bengkulu kepada belanda.
  • Belanda dapat berkuasa di sebelah selatan garis parallel Singapura sedangkan Inggris disebelah utaranya.
les privat sidoarjo juga akan membahas tentang berlakunya system Tanam paksa dan Usaha Swasta
BERLAKUNYA SYSTEM TANAM PAKSA DAN USAHA SWASTA
Ketentuan-ketentuan pokok dalam tanam paksa adalah :
  1. Penduduk diharuskan menyediakan sebagian tanahnya untuk tanaman yang laku dijual ke Eropa
  2. Tanah yang di pergunakan tidak melebihi 1/5 tanah yang dimiliki penduduk desa
  3. Waktu untuk memelihara tanman tidak melebihi waktu yang dipergunakan untuk memelihara tanaman padi
  4. Bagian tanah yang ditanami tersebut bebas pajak
  5. Bila hasil bumi melebihi nilai pajak yang harus dibayar rakyat maka kelebihan hasil bumi tersebut diberikan kepada rakyat
  6. Jika gagal panen yang tidak disebabkan oleh kesalahan petani maka kerugian ditanggung pemerintah
  7. Penduduk yang bukan petani wajib bekerja dikebun , pabrik atau pengangkutan untuk kepentingan belanda.
Penyimpangan terhadap aturan tanam paksa  menimbulkan reaksi , berbagai pihak menuntut dihapuskan. Reaksi terhadap penyimpangan tanam paksa antara lain datang dari :
A.    Golongan humanis yang berjuang untuk kemanusiaan yaitu :
  •  Baron Van Houvel , seorang pendeta yang mengungkapkan kesengsaraan rakyat akibat tanam paksa baik di majalah , forum pertemuan maupun di DPR Belanda
  • Eduard Douwes Dekker dengan nama samara Multatuli
B.     Golongan penguasa swasta Belanda yang menghendaki adanya kebebasan berusaha di Indonesia melalui sidang parlemen di Belanda.
SYSTEM USAHA SWASTA
Dengan kemenangan golongan liberal di parlemen Belanda maka mulai ditetapkan system ekonomi liberal yang ditandai dengan masuknya nodal asing ke Indonesia . masa itu disebut Politik Pintu Terbuka atau politik ekonomi liberal colonial dilandasi oleh beberapa undang-undang antara lain:
  • Comptabiliteitswet tahun 1867 yang menyatakan bahwa anggaran belnja hindia-belanda harus ditetapkan dengan undang-undang , jadi dengan persetujuan parlemen belanda.
  • Suikerwet 1870 (UU gula) berisi ketetapan bahwa tanaman tebu sebagai tanaman monopoli pemerintah berangsur-angsur akan dihilangkan sehingga di pulau jawa dapat diusahakan oleh pengusaha swasta.
  •   Agrarichwet 1870 (UU Agraria) berisi antara lain :
  • Tanah di Indonesia di bedakan menjadi 2 bagian yaitu tanah rakyat dan tanah pemerintah
  • Tanah rakyat dibedakan atas tanah milik yang sifatnya bebas dan tanah desa yang tidak bebas. Tanah rakyat tidak boleh dijual kepada bangsa asing , hanya boleh disewakan.
  • Tanah pemerintah dapat dijual untuk tanah milik(eigendom) atau disewakan selama 75 tahun.
Adapun tujuan dari UU Agraria adalah  melindungi petani agar tidak kehilangan tanahnya serta membuka peluang orang asing untuk menyewa tanah dari rakyat Indonesia.
les privat sidoarjo juga akan membahas tentang akibat perluasan kolonialisme dan imperalisme di indonesia
 AKIBAT PERLUASAN KOLONIALISME DAN IMPERALISME DI INDONESIA
Masuknya kekuasaan bangsa asing di Indonesia , telah menyebabkan perubahan tatanan politik , social , ekonomi , dan budaya bagi bangsa Indonesia sebagai berikut :
a.       POLITIK .
Baik Daendels maupun Raffles telah meletakkan dasar pemerintahan modern. Para bupati dijadikan pegewai negeri an diberi gaji , padahal menurut adat kedudukan bupati adalah turun temurun dan mendapat upeti dari rakyat..
Belanda dan Inggris juga melakukan intervensi terhadap persoalan kerajaan , misalnya soal pergantian tahta kerajaan sehingga imperialis mendominasi politik di Indonesia. Akibatnya peranan elite kerajaan berkurang dalam bidang politik , bahkan kekuasaan pribumi mulai runtuh.
b.      SOSIAL EKONOMI .
Ekspolitasi ekonomi yang dilakukan bangsa barat membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Munculnya monopoli dagang VOC menyebabkan mundurnya perdagangan nusantara di panggung perdagangan internasional . peranan syahbandar di gantikan  oleh para pejabat Belanda.
Dengan dilaksanakannya politik pintu terbuka , maka :
  • Pengusaha pribumi yang modalnya kecil kalah bersaing sehingga gulung tikar.
  • Perkebunan di Jawa berkembang sedangkan di Sumatra kesulitan tenaga kerja sehingga dilakukan program transmigrasi
  • Untuk mendukung program penanaman modal Barat di Indonesia pemerintah Belanda membangun : Irigasi , waduk , jalan raya , jalan kereta api. Untuk pembangunan tersebut digunakan tenaga secara paksa dengan system rodi
  • Dengan memperkenalkan system sewa tanah , terjadi pergeseran dari sitem ekonomi barang ke system ekonomi uang yang juga menyebar di kalangan petani.
  • Daerah Indonesia terisolasi di laut sehingga kehidupan berkembang ke pedalaman.
c.       BUDAYA.
  • Tindakan pemerintah Belanda untuk mneghapus kedudukan menurut alat penguasa pribumi dan menjadikan mereka pegawai pemerintah, meruntuhkan kewibawaan tradisional penguasa pribumi.
  • Upacara dan tatacara yang berlkau di istana kerajaan juga disederhanakan dengan demikian ikatan tradisi dalam kehidupan pribumi menjadi lemah
  • Dengan merosotnya peranan politik maka para elit politik baik raja maupun bangsawan mengalihkan perhatiannya ke bidang senibudaya

Semoga artikel dari kami Les privat sidoarjo bisa bermanfaat untuk anda!

 

 

Keanekaragaman Kelompok Sosial

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini Les privat Sidoarjo akan membagikan artikel yang membahas tentang keanekaragaman kelompok sosial.

lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

KEANEKARAGAMAN KELOMPOK SOSIAL

Kelompok sosial yang ada pada masyarakat multikultural bermacam-macam. Berikut ini adalah macam-macam kelompok sosial di masyarakat menurut pandangan para ahli sosiologi.
1. Solidaritas Mekanik dan organik.
Diperkenalkan oleh EMILE DURKHEIM bahwa kelompok manusia terbagi atas dua yaitu kelompok manusia didasarkan pada:
a. Segi mekanik
Merupakan bentuk naluriah yang ditentukan oleh pengaruh ikatan geografi, biogenetik dan keturunan lebih lanjut. Setiap kelompok dapat memenuhi kebutuhan tanpa bantuan dari pihak lain. Setiap anggota diikat oleh kesadaran kolektif sebagai satu kelompok dan kepercayaan yang bersifat memaksa.
b. Segi Fungsional
Merupakan hasil kesadaran manusia atau keinginan yang rasional. Bentuk solidaritas bersifat mengikat sehingga terbentung ketergantungan. Pengikatan berdasarkan kesepakatan yang terjalin.
2. Gemeinschaft dan Gesellsschaft
Konsep ini diperkenalkan oleh ahli sosiologi dari Jerman FERDINAND TONNIES yang berpendapat kelompok masyarakat terbagi menjadi :
a. Gemeinschaft
Adalah bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan kekal, hal ini dapat terbentuk pada ikatan keturunan contohnya keluarga.
Jenis-jenis Gemeinschaft terbagi menjadi 3 yaitu:
- Blood yaitu mengacu pada ikatan kekerabatan ( garis keturunan )
- Place yaitu merupakan ikatan berdasarkan kedekatan tempat tinggal atau tempat bekerja.
- Mind yaitu mengacu pada hubungan persahabatan baik karena keahlian, pekerjaan atau pandangan yang sama.
b. Gesellsschaft
Adalah kelompok yang didasari oleh ikatan lahiriah yang jangka waktunya terbatas, contohnya ikatan para pedagang atau pekerja, buruh yang memiliki kepentingan secara rasional.
Perbedaan yang dapat kita simpulkan antara Gemeinschaft dengan gesellschaft
Gemeinschaft : Individu tetap menyatu walaupun ada perbedaan kelompok.
Gesellschaft : Walaupun menyatu tetap saja sebagai individu yang terpisah.
3. Kelompok Primer dan Sekunder
COOLEY DAN FARIS menyebutkan ada dua tipe kelompok dalam masyarakat, yaitu kelompok;
a. Primer
Ditandai dengan pergaulan dan kerjasama tatap muka yang intim, ruang lingkupnya adalah keluarga, teman maupun rukun warga.
b. Sekunder
Ditandai dengan pergaulan yang formal, tidak pribadi dan bercirikan kelembagaan, misalnya partai politik atau organisasi formal lainnya.
4. In-Group dan out-group
Diperkenalkan oleh WILLIAM GRAHAM SUMMER yang membagi kelompok masyarakat menjadi dua yaitu:
a. In Group
Kelompok dalam artinya hanya melibatkan dari dalam kelompoknya saja. Biasanya memiliki ciri-ciri adanya persahabatan, kerjasama, keteraturan, kedamaian, solidaritas yang tinggi.
b. Out group
Sikap yang dilakukan terhadap kelompok lain.
Semoga Artikel dari kami les privat sidoarjo  bermanfaat untuk anda!

Lahirnya Nasionalisme di Indonesia

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membagikan artikel yang membahas tentang Lahirnya Nasionalisme di Indonesia.

lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

1.  LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Pengertian nasionalisme menurut beberapa para tokoh :
  • Joseph Ernest Renan , Nasionalisme adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan dorongan kemauan dan kebutuan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu bangsa dan memiliki Negara
  •  Otto Bauer , Nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib , contohnya nasionalisme Negara-negara Asia.
  • Hans Kohn , Nasionalisme adalah  kesetian yang tertinggi yang diberikan individu kepada Negara dan bangsa.
  •  Louis Snyder , Nasionalisme adalah hasil dari factor-faktor politis, ekonomi , social , dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagi contoh adalah timbulnya nasionalisme di Jepang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa NASIONALISME  adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat .
NASIONALISME awalnya berkembang di Eropa. Mengapa di Eropa ? Pada akhir abad 18 di Eropa mulai berlaku suatu paham bahwa setiap bangsa harus membentuk suatu Negara sendiri dan bahwa Negara itu harus meliputi seluruh bangsa masing-masing. Gerakan NASIONALISME dan cita-cita kebangsaan yang  berkembang  di Eropa pada hakikatnya memiliki sifat cinta kebangsaan. NASIONALISME yang berkembang di Eropa kemudian menjalar ke seluruh dunia. Memasuki abad 20 NASIONALISME mulai berkembang di Negara-negara Asia dan Afrika termasuk Indonesia. NASIONALISME di Asia dan Afrika bukan hanya suatu perjuanagn kemerdekaan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan , tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam, sehingga NASIONALISME itu memeliki beberapa aspek seperti :
  1. Aspek politik , NASIONALISME bersifat menumbangkan dominasi politik imperialism  dan bertujuan menghapus pemerintah colonial
  2. Aspek social ekonomi , NASIONALISME bersifat menghilangkan kesenjangan  social yang di ciptakan oleh pemerintah colonial dan bertujuan menghentikan eksploitasi ekonomi
  3. Aspek budaya , NASIONALISME bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing yang buruk dan bertujuan menghidupkan kebudayaan yang mencerminkan harga diri bangsa serta dengan bangsa yang lain.
Ada dua factor yang mempengaruhi munculnya NASIONALISME di Indonesia yaitu apa yang dsebut dengan factor internal dan factor eksternal.
A, Faktor internal
  •  Perlakuan diskriminatif dari colonial dan imperialis barat menimbulkan kesengsaraan dan oenderitaan terhadap rakyat Indonesia yang akhirnya menimbulkan perasaan senasib. Contohnya tanam paksa , monopoli , diskriminasi dsd.
  • Adanya kenangan kejayaan masa lalu.
  • Timbulnya kaum cerdik pandai akibat adanya politik Etnis Van Deventer. Golongan terpelajar itu menyadari akan nasib bangsanya sehingga terbentuk kepribadian , pola pikir , dan etos juang yang tinggi untuk membebaskan diri dari penjajahan yang disadari tidak hanya dicapai melalui perjuangan fisik tetapi juga melalui kancah politik. Dan lahirnya kelompok terpelajar Indonesia tersebut menurut Sartono Kartodiarjo disebut NOMINES NOVI , yaitu orang-orang yang tersebut karena factor pendidikan dan memiliki sikap , pandangan dan orientasi tentang lingkungan masyarakatnya. Melalui kelompok ini paham demokrasi , nasionalisme , komunisme , dan liberlasime di inodnesia.
  • Lahirnya kelompok pelajar islam. Mereka menjadi agen perubahan/agen pengubah cara pandang masyarakatnya, bahwa nasib bangsa Indonesia tidak dapat diperbaiki melalui belas kasih penjajah seperti melalui politik etis.
  • Kesadaran bangsa Indonesia akan harga dirinya sebagai suatu bangsa  yang ingin hidup bebas , merdeka seperti bangsa-bangsa yang lain. Hal tersebut menambah semangat juang untuk memperoleh kemerdekaan dan menimbulkan adanya semangat persamaan derajat.
B, factor Eksternal
  • Munculnya fase kesadaran pentingnya semangat nasional dan perasaan senasib.
  • Peristiwa PD1 menyadarkan para terpelajar mengenai penentuan nasib sendiri.
  • Munculnya dorongan untuk melawan imperialism barat karena adanya konflik ideology antara kapitalisme dengan sosialisme.
  • Lahirnya NASIONALISME di Asia dan Afrika member aspirasi kaum terpelajar di Indonesia bahwa imperilaisme harus dilawan melalui organisasi modern.
  • Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1904-1965 telah menyadarkan bangsa Asia khususnya Indonesia akan kekuatan dan kemampuannya sebagai Bangsa Asia yang telah mampu mengalahkan bangsa Eropa yang selalu menganggap bangsa yang Super.
Organisasi-organisasi tersebut sebagai organisasi pergerakan nasional. Mengapa disebut sebagai organisasi pergerakan nasional ? Karena organisasi-organisasi itu memiliki bebrapa cirri yaitu :
  1. Keanggotaannya tidak berdasarkan atas suku tertentu.
  2. Sebagian besar pemimpin organisasi pergerakan nasional itu berasal dari kalangan terdidik yang memperoleh pendidikan Barat serta kelompok intelektual yang sudah bergaul dengan berbagai bahasa baik melalui sekolah di negeri Belanda maupun yang telah menunaikan ibadah haji.
  3. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai tujuan yang jelas bagi kepentingan seluruh bangsa di bidang pendidikan , social , ekonomi budaya dan politik
  4. Oraganisasi-organisasi tersebut memiliki paham kebangsaan atau NASIONALISME.
les privat sidoarjo juga akan mebahas tentang pertumbuhan dan perkembangan ideologi serta pergerakan nasional indonesia.
2.   PERTUMBUHAN  DAN PERKEMBANGAN IDEOLOGI SERTA ORAGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
NASIONALISME di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat adalah berdirinya Budi Utomo. Budi Utomo menjadi pelopor berdirinya organisas-organisasi di Indonesia.
A. BUDI UTOMO ( 20 MEI 1908)
Politik etis awal abad ke-20 membawa dampak munculnya “priyayi jawa baru” atau priyayi rendahan, mereka memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan. Dilator belakangi situasi ekonomi yang buruk di Pulau jawa karena eksploitasi penjajah Belanda, menyebabkan banyak anak priyayi rendaahn yang pandai tapi tidak dapat meneruskan sekolah karena tidak ada biaya. Sang priyayi baru “Dr Wahidin SudiroHusodo “ berusaha mencari dana untuk member bantuan kepada anak-anak yang tidak dapat sekolah. Propagandanya disambut antara lain slaah seorang mahasiswa kedokteran sekolah Dokter Jawa , School Taf Opleding Van Indishe Arsten(STOVIA) yaitu Sutomo.
Tujuan budi utomo adalah melakukan pengajaran bagi orang jawa dan berusaha untuk membangkitkan kembali budaya jawa.
Ada yang berpendapat bahwa kelahiran Budi Utomo merupakan Renaissance atau kebangkitan budaya Jawa. Kaum priyayi menolak kehadiran Budi Utomi dianggap mengganggu kestabilan kedudukan social mereka. Mereka merasa terancam posisinya oleh gerakan anak muda tersebut.
Untuk mencegah cita-cita Budi Utomo tersebut mereka mendirikan regent Bond Setia Mulya di Semarang , tapi ada pula kaum priyayi yang progresif seperti Bupati karang anyar yang bernama Tirto Kusumo yang mendukung Budi Utomo.
Untuk konsilidasi organisasi pada tanggal 3-5 Oktober 1908 Budi utomo menyelengggarakan kongres yang pertama di Yogyakarta yang mengahsilkan keputusan :
  • Memajukan pendidikan dan pengajaran
  • Mempertinggi cita-cita kemanusiaan
  • Menggali kembali kebudayaan bangsa dan ilmu pengetahuan
Dalam perkembangan selanjutnya anggota BU kebanyakn terdiri dari kaum priyayi dan pegawai negeri, apa akibatnya ? Tujuan organisasi lebih diarahkan untuk kepentingan mereka dan mengabaikan kepentingan rakyat banyak. Ketua umum BUyang juga sebagai Bupati lebih memperhatikan reaksi pemerintah colonial daripada reaksi anggota atau rakyat banyak..
B. SAREKAT ISLAM ( 1911)
Organisasi SI  pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang islam . organisasi ini dirintis oleh R.M Titrodisuryo pada tahun 1909 dengan tujuan untuk melindungi hak-hak pedagang pribumi muslim dari monopoli dagang yang dilakukan untuk pedagang-pedagang besar Tionghoa.
Kemudian pada tahun 1911 di Kota Solo oleh Haji Samanhudi didirikan organisasi dengan nama Sarekat dagang Islam . Tujuan perkumpulan ini adalah untuk menghimpun para pedagang Islam agar dapat bersaing dengan para pedagang asing seperti pedagang Tionghoa , India dan Arab. SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya.  Di bawah pimpinan H. Samanhudi perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan yang berpengaruh dan akhirnya pada tahun 1912 oleh pimpinannya yang baru yaitu HAJI OMAR SAID COKROAMINOTO namanya sudah diubah menjadi SAREKAT ISLAM. Apa alasan perubahan nama tersebut ?
Hal ini dilakukan agar organisasi ini tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi , tapi  juga dalam bidang lain seperti bidang pilitik , tapi dalam kegiatannya SI menaruh perhatian besar terhadap unsur-unsur politik dan mennetang ketidakadilan serta penindasan yang dilakukan  oleh pemerintah colonial. Artinya SI memiliki jumlah anggota  yang banyak sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda.
Tujuan SI mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan , persahabatan dan tolong menolong diantara muslim. Tujuan utama SI 1913 adalah mengembangkan perekonomian. Keanggotaan SI terbuka untuk semua lapisan.
Si akhirnya mengalami perkembangan yang pesat dibandingkan BU da mulai disusupi aliran REVOLUSIONER SOSIALIS , mengapa begitu ? Karena SI  tidak membatasi keanggotaannya hanya untuk masyarakat JAWA dan MADURA saja.
SI sebagai organisasi besar akhirnya terpecah setelah disusupi oleh orang-orang yang telah dipengaruhi oleh paham sosialis. Paham Sosialis ini disebabkan oleh Sneevlet yang mendirikan organisasi ISDV(Indische Sosialistische Democratische Vereeniging)/ mereka menyebarluaskan ajaran sosialis dan terang-terangan menentang kebijakan-kebijkan pemimpin SI. Hal ini menyebabkan SI pecah menjadi SI putih yang di pimpin oleh HOS COKROAMINOTO, dan Si Merah yang dipimpin oleh SEMAUN . SI merah berlandaskan atas SOSIALISME KOMUNISME. Pecahnya SI terjadi setalah SEMAUN dan DARSONO dikeluarkan dari organisasi.
C. INSISCHE PARTIJ(1912)
Partai ini merupakan partai pertama yang menanamkan rasa kebangsaan dan pribumi ERNEST EUGENE FRANCOIS (EEF) DOUWES DEKKER  mengambil prakarsa mendirikan partai politik untuk golongan INDO dan bercita-cita memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia mengajak Suwardi Suryaningrat dan Cipto Mangunkusumo untuk mendirikan IP pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung . Organisasi ini pada penghapusan kolonialisme yang mengeksploitasi rakyat dan hindia Belanda.  IP merupakan  organisasi politik pertama di Indonesia. Perkembangan yang snagat cepat dan pernyataan-penyataan yang mengkritik Belanda menyebabkan tokoh-tokoh IP mulai diawasi dan dicurigai oleh Belanda sehingga pemerintah menolak ketika pengirisnya mengajukan permohonan untuk memperoleh badan hukum .
Pada tahun 1913 IP dinayatakan sebagai partai terlarang. Douwes Dejjer tetap berjuang dijalurkan politik, Suwardi Suryaningrat  lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantoro bergerak di lapangan pendidikan dan Tjipto Mangunkusumo tetap dengan perjuangan radikalnya .
D. MUHAMMADIYAH(1912)
MUHAMMADIYAH didirikan pada tanggal 18-11-1912 oleh K.H ahmad Dahlan , seorang muslim yang berpikiran modern. Tujuan yang ingin dicapai adalah memajukan pengajaran modern berdasarkan islam yang benar dan memberikan pengertian ilmu agama dan cara hidup yang benar menurut peraturan agama . untuk mencapai tujuan tersebut MUHAMMADIYAH  mendirikan sekolah-sekolah sebagai pusat pendidikan dan membantu sekolah-sekolah islam yang memerlukan bantuan.
Dalam bidang social , MUHAMMADIYAH banyak mendirikan rumah sakit , rumah yatim piatu dan meningkatkan dakwah bagi masyarakat islam.
Dengan kegiatan tersebut MUHAMMADIYAH turut mendukung perjuangan memperoleh kemerdekaan. Peranannya dalam menumbuhkan kesadaran bangsa tentang pentingnya kemajuan dan kemerdekaan sangat besar.
E.  PERHIMPUANAN INDONESIA (1925)
Berdirinya PI berawal dari didirikannya INDISCHE VERENIGING tahun 1908 di Belanda. Organisasi ini bersifat moderat ( selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem) sebagai perkumpulan social mahasiswa Indonesia di Belanda untuk memperbincangkan  masalah dan persoalan tanah air. Pada awalnya PI merupakan organisasi social , memasuki tahun 1913 , denagn dibuangnya tokoh IP ke Belanda maka dibuatlah pokok pemikiran pergerakan yaitu HINDIS untuk Hindia yang menjadi nafas baru. Iwa kusumasumantri diangkat ketua menyatakan 3 azaz pokok  INDISCHE VERENIGING yaitu :
  • Indonesia menentukan nasibnya sendiri
  • Kemampuan dan kekuatan sendiri
  • Persatuan dalam menghadapi belanda
Tahun 1925 INDISCHE VERENIGING berubah menajdi PI dengan tujuannya Indonesia merdeka. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh aktivis PI di Belanda maupun di luar negri, diantaranya ikut serta dalam kongres Liaga demokrasi Perdamaian Internasional  tahun 1926 di paris, dalam kongres itu Muhammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan akan kemerdekaan Indonesia.  Tindakan-tindakan PI dapat dikatakan radikal , apakah radikal itu ? RAdikal adalah suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan secara keras sampai ke akarnya. Tahun 1925 PI semakin tegas memasuki kancah politik. , yang juga di dorong kebangkitan nasionalisme di Asia – Afrika.
f.       PARTAI NASIONAL INDONESIA
Bermula dari mahasiswa Algemenee Studies club di Bandung tahun 1926 , Ir. Soekarno dkk seperti Mr. Suaryo , Ali Sastroamijoyo dan Mr. sartono bermaksud menggalang perjuangan melalui organisasi yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia.
Sesudah PKI dinyatakan sebagai partai terlarang oleh pemerintah Hindia Belanda akibat pemberontakannya tahun 1926-1927 , maka dirasakan perlunya wadah untuk menyalurkan hasrat dan aspirasi rakyat yang tidak mungkin lahi ditampung oleh organisasi -organisasi politik yang ada pada waktu itu. Sejalan dengan hal itu muncul organisasi kebangsaan dengan corak politik nasionalis murni yaitu PNI yang didirikan tanggal 4 Juli 1927.
Dalam azasnya PNI berkeyakinan , bahwa syarat yang mat penting untuk perbaikan kembali semua susuann pergaulan hidup Indonesia itu ialah kemerdekaan nasional. Oleh karena itu , maka semua kekuatan haruslah ditujukan kea rah kemerdekaan nasional. Dengan kemerdekaan nasional rakyat akan dapat memperbaiki rumah tangganya dengan tanpa gangguan. Kehadiran PNI benar-benar jadi tantangan pemerintah Hindia-Belanda karena organisasi ini benar-benar menunjukkan perlawanannya. Dari azas maupun tujuannya , terlihat bahwa PNI merupakan organisasi politik yang ekstrim dan radikal yang tentu saja berlawanan dengan keinginan pemerintah Belanda.
KONGRES PEMUDA II
Dalam kongres tercapai suatu kesepakatan adanya satu nusa , satu bangsa dan satu bahsa yang merupakan cermin persatuan dan kesatuan yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Pada waktu kongres pemuda II berlangsung , dimunculkan suasana merah putih dengan iringan lagu Indonesia raya karya WR. Supratman. Sumpah Pemuda ini merupakan momentum yang sangat penting karena sejak saat itu telah timbul suatu perasaan kebangsaan dan perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan semakin nyata.
Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah PEmuda yang mendorong organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik untuk bersatu melawan pemerintah Hindia Belanda.
Gagalnya petisi Sutarjo merupakan tantangan bagi para tokoh pergerakan nasional. Untuk mengatasi kekecewaan tersebut di atas maka para tokoh pergerakan nasional mendirikan organisasi baru , yaitu Gabungan politik Indonesia (GAPI) pada tanggal 21 Mei 1939. Gapi merupakan gabungan dari PArindra , Gerindo , Persatuan Minahasa , Partai Islam Indonesia , PArtai Katolik Indonesia, PAsundan , dan Partai Serikat Islam Indonesia.
Langkah yang ditempuh GAPI adalah mengadakan kongres rakyat Indonesia. Adapun tujuan dari kongres ini adalah : INDONESIA BERPARLEMEN. GAPI menuntut agar rakyat Indonesia dibeikan hak-hak dalam urusan pemerintahannya sendiri. Tuntutan GAPi ditanggapi oleh pemerintahan Belanda dengan Komisi Visman. Komisi ini bertujuan untuk menyelidiki keinginan Bangsa Indonesia.
semoga artikel dari kami les privat sidoarjo bermanfaat untuk anda!!

Pengertian Masyarakat Multikultural

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Masyarakat multikultural secara sederhana adalah masyarakat yang memiliki beragam kebudayaan yang berbeda-beda. Definisi ini untuk menggambarkan sebuah masyarakat yang terdiri atas suku-suku bangsa ini umumnya terikat oleh sebuah kepentingan bersama (the desire to be together) yang bersifat formal, yakni dalam bentuk sebuah negara.
Adapun pengertian masyarakat multikultural menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut.
1. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam suatu kesatuan politik.
2. Nasikun
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktur memiliki sub kebudayaan-sub kebudayaan yang bersifat diverse yang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik sosial.
Jadi, masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas berbagai elemen, baik itu suku, ras, dan Iain-Iain yang hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang memiliki satu pemerintahan tetapi dalam masyarakat itu masih terdapat segmen-segmen yang tidak bisa disatukan.
Menurut Max Weber, dalam masyarakat, multikultural ada beberapa macam kelompok sosial. Kelompok sosial yang satu berbeda dari kelompok sosial yang lain, walaupun mereka termasuk dalam suatu masyarakat yang sama. Max Weber mengemukakan bahwa kelompok masyarakat majemuk berkaitan dengan tatanan yang mengikat dan dipengaruhi oleh kondisi, ekonomi, politik, dan kebudayaan.
Masyarakat Indonesia tergolong masyarakat multikultural, yaitu masyarakat yang beragam etnis atau suku bangsa, ras, agama, bahasa, adat istiadat, profesi, golongan politik, dan sebagainya. Keberagaman suku bangsa dan kebudayaan tersebut, tentu saja berpengaruh terhadap sistem dan struktur sosial.

les privat sidoarjo juga akan membahas tentang faktor-faktor penyebab masyarakat multikultural
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MULTIKULTURAL
adalah sebagai berikut.

1. Faktor Geografis
Kondisi geografis yang terpisah-pisah mengakibatkan penduduk yang menempati suatu pulau atau sebagian pulau tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang sedikit banyak terisolasi dengan yang lain. Mereka kemudian mengembangkan pola perilaku, bahasa, dan ikatan-ikatan kebudayaan lainnya yang berbeda satu dengan lainnya.
2. Pengaruh Budaya Asing
Indonesia terletak pada posisi silang antara dua Samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta dua Benua, yakni Benua Asia dan Benua Australia. Kondisi yang strategis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa-bangsa asing untuk berdagang, sekaligus menyebarkan agama yang dianutnya. Sejak 400 tahun SM, para pedagang berkebudayaan Hindu dan Buddha dari India dan Cina berdatangan ke Indonesia. Kemudian pada sekitar abad ke-13, pengaruh Islam mulai masuk ke Indonesia yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat dan Arab. Kemudian, sekitar abad ke-16, pengaruh Eropa mulai masuk ke Indonesia yang dibawa oleh para pedagang dari Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda.
3. Kondisi Iklim yang Berbeda
Iklim yang berbeda antar daerah yang satu dengan daerah lain di kawasan Indonesia menimbulkan kondisi alam yang berbeda. Kondisi ini akhirnya membentuk pola-pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda-beda.
Berikut kemajemukan atau diferensiasi sosial di Indonesia berdasarkan perbedaan ras, suku bangsa, dan agama :
1. Kemajemukan Berdasarkan Ras
Ras merupakan suatu golongan manusia dengan ciri tubuh tertentu dalam suatu frekuensi yang besar. Pada umumnya, manusia di dunia ini dibedakan ke dalam tiga kelompok ras utama. Ketiga kelompok ras utama tersebut adalah ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid.
2. Kemajemukan Berdasarkan Suku Bangsa
Salah satu sifat keanekaragaman masyarakat Indonesia adalah beragamnya suku bangsa atau etnik masyarakat kita yang tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia.
a. Perbedaan berdasarkan bahasa dan adat istiadat, meliputi;
1) Perbedaan bahasa.
2) Perbedaan tata susunan kekerabatan, misalnya sistem patrilineal, matrilineal, dan parental.
3) Perbedaan adat istiadat dalam sistem perkawinan, upacara adat, hukum adat, dan perbedaan adat istiadat yang lain.
4) Perbedaan sistem mata pencaharian.
5) Perbedaan teknologi, misalnya bentuk bangunan rumah, peralatan kerja, peralatan rumah tangga, dan sebagainya.
6) Perbedaan kesenian daerah.
b. Faktor yang menyebabkan. Perbedaan bahasa dan adat istiadat adalah sebagai berikut.
1) Keadaan dan letak geografis yang berbeda.
2) Wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau yang dibatasi oleh lautan dan selat.
3) Latar belakang sejarah yang berbeda.
4) Lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan.
5) Kemajemukan Berdasarkan Agama

Masyarakat Indonesia sering disebut sebagai masyarakat religius karena setiap warga masyarakat menganut suatu agama dan kepercayaan serta menjalankan ajaran sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut.

Karakteristik masyarakat multikultural antara lain berikut.
1. Terjadi segmentasi Yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku, ras, dan Iain-Iain, tapi masih memiliki pemisah. Biasanya pemisah tersebut adalah suatu konsep yang disebut primordial. Contohnya di Jakarta terdiri atas berbagai, suku dan ras, dari daerah dalam negeri maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahannya.
2. Memiliki struktur dalam lembaga yang non komplementer
Maksudnya dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akan mengalami kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya atau karena kurang lengkapnya persatuan yang terpisah oleh segmen-segmen tertentu.
3. Konsensus rendah
Maksudnya dalam kelembagaan pastinya perlu adanya suatu kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud konsensus.
4. Relatif potensi ada konflik
Dalam suatu masyarakat majemuk pasti terdiri atas berbagai macam suku adat dan, kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya, makin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi.

les privat sidoarjo juga akan membahas tentang keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat Multikultural
KEANEKARAGAMAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Konsep solidaritas sosial merupakan konsep sentral Emile Durkheim (1858-1917) dalam mengembangkan teori sosiologi. Durkheim (dalam Lawang, 1994: 181) menyatakan bahwa solidaritas sosial merupakan suatu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.
Solidaritas menekankan pada keadaan hubungan antar individu dan kelompok dan mendasari keterikatan bersama dalam kehidupan dengan didukung nilai-nilai moral dan kepercayaan yang hidup dalam masyarakat.
Menurut Durkheim, berdasarkan hasilnya, solidaritas dapat dibedakan antara solidaritas positif dan solidaritas negatif. Solidaritas negatif tidak menghasilkan integrasi apapun, dan dengan demikian tidak memiliki kekhususan, sedangkan solidaritas positif dapat dibedakan berdasarkan ciri-cirinya.
Ciri-ciri solidaritas positif adalah sebagai berikut.

1. Mengikat individu pada masyarakat secara langsung, tanpa perantara. Pada solidaritas positif yang lainnya, individu tergantung dari masyarakat, karena individu tergantung dari bagian-bagian yang membentuk masyarakat tersebut.
2. Suatu sistem fungsi-fungsi yang berbeda dan khusus, yang menyatukan hubungan-hubungan yang tetap, walaupun sebenarnya kedua masyarakat tersebut hanyalah satu saja. Keduanya hanya merupakan dua wajah dari satu kenyataan yang sama, namun perlu dibedakan.
3. Individu merupakan bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan, tetapi berbeda peranan dan fungsinya dalam masyarakat, namun masih tetap dalam satu kesatuan.
Berdasarkan bentuknya, solidaritas sosial masyarakat terdiri dari dua bentuk, yaitu:
1. Solidaritas Mekanik
Pandangan Durkheim mengenai masyarakat adalah sesuatu yang hidup, masyarakat yang berpikir dan bertingkah laku yang dihadapkan kepada gejala-gejala sosial atau fakta-fakta sosial yang seolah-olah berada di luar individu.
Dalam masyarakat, manusia hidup bersama dan berinteraksi, sehingga timbul rasa kebersamaan di antara mereka. Rasa kebersamaan ini milik masyarakat yang secara sadar menimbulkan perasaan kolektif.
Pelanggaran yang dilakukan individu menimbulkan reaksi terhadap kesadaran kolektif, terdapat suatu penolakan karena tidak searah dengan tindakan kolektif.
2. Solidaritas Organik
Solidaritas organik berasal dari semakin terdiferensiasi dan kompleksitas dalam pembagian kerja yang menyertai perkembangan sosial. Durkheim merumuskan gejala pembagian kerja sebagai manifestasi dan konsekuensi perubahan dalam nilai-nilai sosial yang bersifat umum. Menurutnya, perkembangan tersebut tidak menimbulkan adanya disintegrasi dalam masyarakat, melainkan dasar integrasi sosial sedang mengalami perubahan ke satu bentuk solidaritas yang baru, yaitu solidaritas organik. Bentuk ini benar-benar didasarkan pada saling ketergantungan di antara bagian-bagian yang terspesialisasi.
Heterogenitas yang makin beragam ini tidak menghancurkan solidaritas sosial. Sebaliknya, karena pembagian kerja makin tinggi, individu dan kelompok dalam masyarakat merasa makin tergantung kepada pihak lain yang berbeda pekerjaan dan spesialisasinya.

semoga artikel dari kami les privat sidoarjo bisa bermanfaat untuk anda!!

Faktor-Faktor yang mendorong mobilitas sosial

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membagikan Artikel yang membahas tentang faktor-faktor yang mendorong Mobilitas sosial.

lesprivatsidoarjo

lesprivatsidoarjo

Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat mobilitas social

Menurut berbagai pengamatan terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial, antara lain:

- Status sosial

Ketidakpuasan seseorang atas status yang diwariskan oleh orangtuanya, karena orang pada dasarnya tidak dapat memilih oleh siapa ia dilahirkan, dapat menjadi dorongan untuk berupaya keras memperoleh status atau kedudukan yang lebih baik dari status atau kedudukan orangtuanya.

-Keadaan ekonomi

Keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan, misalnya yang dialami oleh masyarakat di daerah minus, mendorong mereka untuk berurbanisasi ke kota-kota besar dengan harapan memperoleh kehidupan ekonomi yang lebih baik.

-Situasi politik

Situasi politik yang tidak menentu, biasanya juga berakibat pada jaminan keamanan yang juga tidak menentu, dapat mendorong orang untuk meninggalkan tempat itu menuju ke tempat lain.

-Motif-motif keagamaan

Mobilitas sosial yang didorong oleh motif keagamaan tampak pada peristiwa orang berhaji. Orang yang melakukan ibadah haji lazim disebut naik haji. Istilah “naik” jelas menunjuk adanya peristiwa mobilitas sosial, bahwa status orang tersebut akan menjadi berbeda antara sebelum dan sesudah menjalankan ibadah haji. Demikian juga fenomena-fenomena dalam kehidupan agama yang lain, misalnya yang dilakukan oleh kaum misionaris atau zending.

-Faktor kependudukan/demografi

Bertambahnya jumlah dan kepadatan penduduk yang berimplikasi pada sempitnya permukiman, kualitas lingkungan yang buruk, kesempatan kerja yang menyempit,  kemiskinan, dan sebagainya, dapat mendorong orang untuk melakukan migrasi ke tempat lain.

   -Keinginan melihat daerah lain

Hal ini tampak pada fenomena tourisme, orang mengunjungi daerah atau tempat tertentu dengan tujuan sekedar melihat sehingga menambah pengalaman atau bersifat rekreasional.
Di samping faktor-faktor yang mendorong ada pula faktor-faktor yang menghambat mobilitas sosial, misalnya:

  1. Perangkap kemiskinan
  2. Diskriminasi gender, ras, agama, kelas sosial
  3. Subkultur kelas sosial, misalnya apa yang oleh Oscar Lewis disebut sebagai the culture of poverty, ataupun rendahnya hasrat meraih prestasi, yang oleh David McClelland disebut sebagai need for achievement (n-Ach).

les privat sidoarjo juga akan membahas tentang prinsip-prinsip mobilitas, sebagai berikut:

Prinsip-prinsip Mobilitas Sosial

  1. Hampir tidak terdapat masyarakat yang sistem pelapisan sosialnya secara mutlak tertutup, sehingga mobilitas sosial  meskipun terbatas  tetap akan dijumpai pada setiap masyarakat
  2. Sekalipun suatu masyarakat menganut sistem pelapisan sosial yang terbuka, namun mobilitas sosial tidak dapat dilakukan sebebas-bebasnya
  3. Tidak ada mobilitas sosial yang umum berlaku bagi semua masyarakat; artinya setiap masyarakat memiliki karakteristiknya sendiri dalam hubungannya dengan mobilitas sosial
  4. Laju mobilitas sosial yang disebabkan faktor-faktor ekonomi, politik maupun pekerjaan tidaklah sama
  5. Tidak ada kecenderungan yang kontinyu mengenai bertambah atau berkurangnya laju mobilitas sosial

Saluran-saluran Mobilitas Sosial

Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-saluran yang disebut social circulation sebagai berikut:
  1. Angkatan bersenjata (tentara); terutama dalam masyarakat yang dikuasai oleh sebuah rezim militer atau dalam keadaan perang
  2. Lembaga keagamaan. Contohnya tokoh organisasi massa keagamaan yang karena reputasinya kemudian menjadi tokoh atau pemimpin di tingkat nasional
  3. Lembaga pendidikan; sekolah sering merupakan saluran yang paling konkrit untuk mobilitas sosial, sehingga disebut sosial elevator yang utama. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang berhasil diraih seseorang semakin terbuka peluangnya untuk menempati posisi atau kedudukan tinggi dalam struktur sosial masyarakatnya.
  4. Organisasi politik, ekonomi dan keahlian (profesi); seorang tokoh organisasi politik yang pandai beragitasi, berorganisasi, memiliki kepribadian yang menarik, penyalur aspirasi yang baik, akan lebih terbuka peluangnya memperoleh posisi yang tinggi dalam masyarakat.
  5. Perkawinan; melalui perkawinan seorang rakyat jelata dapat masuk menjadi anggota kelas bangsawan. Status sosial seseorang yang bersuami/beristerikan orang ternama atau menempati posisi tinggi dalam struktur sosial ikut pula memperoleh penghargaan-penghargaan yang tinggi dari masyarakat.

les privat sidoarjo juga akan membahas tentang konsekuensi mobilitas sosial

Konsekuensi Mobilitas Sosial

Terjadinya mobilitas sosial di dalam masyarakat menimbulkan berbagai konsekuensi, baik positif maupun negatif. Apakah konsekuensi tersebut positif atau negatif ditentukan oleh kemampuan individu atau kelompok individu menyesuaikan dirinya terhadap “situasi” baru: kelompok baru, orang baru, cara hidup baru.
Apabila individu atau kelompok individu yang mengalami mobilitas sosial mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi yang baru maka akan memperoleh hal-hsl posiitif sebagai konsekuensi mobilitas sosial, antara lain:
 1.mengalami kepuasan, kebahagiaan dan kebanggaan.
 2.Peluang mobilitas sosial juga berarti kesempatan bagi individu atau kelompok individu untuk lebih maju.
 3.Kesempatan mobilitas sosial yang luas akan mendorong orang-orang untuk mau bekerja keras, mengejar prestasi dan kemajuan sehingga dapat meraih kedudukan yang dicita-citakan.
Apabila individu atau kelompok individu tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi baru, maka akan terjadi konsekuensi-konsekuensi sebagai berikut:
     -Konflik antar-kelas
Konflik ini terjadi karena benturan kepentingan antar-kelas sosial. Misalnya konflik antara majikan dengan buruh yang menghendaki kenaikan upah.
     -Konflik antar-kelompok
Konflik antar-kelompok (konflik horizontal) bisa melibatkan ras, etnisitas, agama atau aliran/golongan. Konflik jenis ini dapat terjadi karena perebutan peluang mobiitas sosial, misalnya kesempatan memperoleh sumber-sumber ekonomi, rekrutmen anggota, peluang memperoleh kekuasasan politik atau pengakuan masyarakat.
      -Konflik antar-individu
Konflik antar-individu dapat terjadi misalnya karena masuknya individu ke dalam kelompok tidak diterima oleh anggota kelompok yang lain. Misalnya lingkungan organisasi atau seseorang tidak dapat menerima kehadiran seseorang yang dipromosikan menduduki suatu jabatan tertentu.
     -Konflik antar-generasi
Konflik ini terjadi dalam hubungannya mobilitas antar-generasi. Fenomena yang sering terjadi  adalah ketika anak-anak berhasil meraih posisi yang tinggi, jauh lebih tinggi dari posisi sosial orang tuanya, timbul ethnosentrisme generasi. Masing-masing generasi –orang tua maupun anak— saling menilai berdasarkan ukuran-ukuran yang berkembang dalam generasinya sendiri. Generasi anak memandang orang tuanya sebagai generasi yang tertinggal, kolot, kuno, lambat mengikuti perubahan, dan sebagainya. Sementara itu generasi tua mengganggap bahwa cara berfikir, berperasaan dan bertindak generasinya lebih baik dan lebih mulia dari pada yang tumbuh dan berkembang pada generasi anak-anaknya.
     -Konflik status dan konflik peran
Seseorang yang mengalami mobilitas sosial, naik ke kedudukan yang lebih tinggi, atau turun ke kedudukan yang lebih rendah, dituntut untuk mampu menyesuaikan dirinya dengan kedudukannya yang baru.
Kesulitan menyesuaikan diri dengan statusnya yang baru akan menimbulkan konflik status dan konflik peran.
Konflik status adalah pertentangan antar-status yang disandang oleh seseorang karena kepentingan-kepentingan yang berbeda.
Hal ini berkaitan dengan banyaknya status yang disandang oleh seseorang.
Konflik peran merupakan keadaan ketika seseorang tidak dapat melaksanakan peran sesuai dengan tuntutan status yang disandangnya. Hal ini dapat terjadi karena statusnya yang baru tidak disukai atau tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Post Power Syndrome merupakan bentuk konflik peran yang dialami oleh orang-orang yang harus turun dari kedudukannya yang tinggi.
Semoga artikel dari kami Les privat sidoarjo Bermanfaat untuk anda!

Mobilitas sosial

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membagikan Artikel yang membahas tentang Mobilitas sosial.

lesprivatsidoarjo.net

lesprivatsidoarjo.net

Pengertian Mobilitas Sosial

Istilah mobilitas (Ing: mobility) berasal darai kata mobilis (Latin) yang artinya bergerak atau berpindah. Meskipun demikian mobilitas sosial tidak sama dengan gerakan sosial.
Yang dimaksud gerakan sosial (social movement) suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelas atau golongan sosial untuk memperoleh tujuan-tujuan yang diinginkan.
Mobilitas sosial merupakan perubahan posisi atau kedudukan orang atau kelompok orang dalam struktur sosial, misalnya dari satu lapisan ke lapisan lain yang lebih atas ataupun lebih bawah, atau dari satu kelompok/golongan ke kelompok/golongan lain.

les privat sidoarjo juga akan membahas tentang macam-macam mobilitas sosial

Macam-macam Mobilitas sosial

Di samping manusia hidup dan bergerak dalam sebuah ruang geografik, manusia juga hidup dalam sebuah ruang yang unik, yaitu struktur sosial yang di dalamnya terdapat pemilahan-pemilahan vertikal maupun horizontal. Sehingga, di samping manusia dapat berpindah dari satu ruang geografik (wilayah) ke ruang geografik yang lain, dalam sebuah ruang sosial yang unik tadi, manusia juga dapat berpindah dari satu strata atau kelas sosial ke strata atau kelas sosial yang lain, ataupun dari satu golongan ke golongan yang lain.

Mobilitas dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni:

  1. Mobilitas geografik, yakni perpindahan orang dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah yang lain
  2. Mobilitas sosial, yakni perpindahan posisi dari suatu kelas sosial atau kelompok sosial ke kelas sosial atau kelompok sosial yang lain.

Berdasarkan arah perpindahan, mobilitas sosial dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Mobilitas sosial horizontal, yakni perpindahan posisi individu atau kelompok individu dari satu kelompok atau golongan sosial ke kelompok atau golongan sosial lain yang sederajat
  2. Mobilitas sosial vertikal, yaitu perpindahan posisi atau kedudukan individu atau kelompok individu dari satu strata sosial ke strata sosial lain, baik yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah.

Mobilitas sosial vertikal dapat dibedakan menjadi:
1.     Mobilitas sosial vertikal naik (social climbing), dapat berupa:

- masuknya individu dari kedudukan rendah ke kedudukan tinggi

- pembentukan kelompok baru yang derajatnya lebih tinggi

2.     Mobilitas sosial vertikal turun (social sinking), dapat berupa:

- turunnya individu dari kedudukan yang lebih tinggi ke kedudukan yang lebih rendah

- turunnya derajat sekelompok individu karena disintegrasi kelompok (sering disebut sebagai dislokasi sosial)

3.    Mobilitas sosial antar-generasi,  yang dimaksud adalah mobilitas yang terjadi pada generasi yang berbeda,  misalnya:

- orang tua berkedudukan sebagai petani atau buruh, anak-anaknya menjadi pengajar di perguruan tinggi atau majikan. Contoh mobilitas dalam bentuknya yang demikian banyak terjadi di daerah-daerah yang mengalami industrialisasi. Banyak orang yang akhirnya meninggalkan pekerjaan sebagai petani atau pekerjaan agraris yang lain sebagaimana yang ditekuni oleh para orangtua mereka karena tertarik untuk bekerja di pabrik-pabrik/industri.

- Atau sebaliknya, orang tuanya sebagai majikan atau pejabat negara, sedangkan anak-anaknya menjadi buruh atau pegawai biasa di instansi pemerintah.

Di samping dua macam mobilitas di atas, sering pula dijumpai istilah mobilitas mental, yang artinya perubahan sikap dan perilaku individu atau sekelompok individu karena didorong oleh rasa ingin tahu, tuntutan penyesuaian diri, hasrat meraih prestasi, dan sebagainya. Sedangkan faktor penghambatnya dapat berupa sikap malas dan kepasrahan terhadap nasib maupun isolasi sosial.
semoga Artikel dari kami les privat sidoarjo Bermanfaat!!

 

 

Pengertian Kebudayaan

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini Les privat sidoarjo akan membagikan Artikel tentang Pengertian Kebudayaan.
lesprivatsidoarjo.net

lesprivatsidoarjo.net

Definisi Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan dengan kata dasar budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu.
Koentjaraningrat juga menerangkan bahwa pada dasarnya banyak sarjana yang membedakan antara budaya dan kebudayaan, dimana budaya merupakan perkembangan majemuk budi daya, yang berati daya dari budi. Namun, pada kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan, tidak ada perbedaan dari definsi.
Jadi, kebudayaan atau disingkat “budaya”, menurut Koentjaraningrat  merupakan “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.”
Lalu, dilain pihak Clifford Geertz mengatakan bahwa kebudayaan merupakan sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan dalam bentuk simbolik, yang dengan cara ini manusia dapat berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan sikapnya terhadap kehidupan. (Abdullah, 2006:1)
Lebih sepesifik lagi, E. B Taylor, dalam bukunya “Primitive Cultures”, mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.”(Setiadi, 2007:27)
Dari berbagai definisi diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa kebudayaan atau budaya merupakan sebuah sistem, dimana sistem itu terbentuk dari perilaku, baik itu perilaku badan maupun pikiran. Dan hal ini berkaitan erat dengan adanya gerak dari masyarakat, dimana pergerakan yang dinamis dan dalam kurun waktu tertentu akan menghasilkan sebuah tatanan ataupun sistem tersendiri dalam kumpulan masyarakat.
        les privat Sidoarjo juga akan membahas tentang wujud kebudayaan.
Wujud Kebudayaan
J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :

1. Wujud Ide

Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.

2.  Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.
      yang terakhir Les privat sidoarjo akan membahas tentang Unsur kebudayaan.
Unsur Kebudayaan
Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai kerangka yang disusun para sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
1.Bahasa
2.Sistem Pengetahuan
3.Organisasi Sosial
4.Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
5.Sistem Mata Pencaharian
6.Sistem Religi
7.Kesenian
Setiap kebudayaan terdiri atas unsur-unsur yang universal, yaitu: struktur sosial, sistem politik, sistem ekonomi dan teknologi, sistem agama, serta sistem bahasa dan komunikasi.
semoga Artikel dari kami les privat sidoarjo bermanfaat untuk anda!!

Pengertian Gas ideal

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini Les privat sidoarjo akan membagikan artikel yang membahas tentang pengertian Gas Ideal.

pengertian Gas ideal

1. Pengertian gas ideal.

Seperti yang telah diketahui fase zat ada tiga yaitu padat, cair dan gas. Udara merupakan contoh dari fase gas. Gas ideal merupakan kumpulan dari partikel-partikel suatu zat yang jaraknya cukup jauh dibandingkan dengan ukuran partikelnya. Partikel-partikel itu selalu bergerak secara acak ke segala arah. Pada saat partikel-partikel gas ideal itu bertumbukan antar partikel atau dengan dinding akan terjadi tumbukan lenting sempurna sehingga tidak terjadi kehilangan energi. Apa yang dinamakan gas monoatomik? mono berarti satu atomik berarti atom. Jadi gas monoatomik berarti gas yang partikel-partikelnya berupa atom tunggal. Contoh gas monoatomik adalah gas helium, neon, dan argon. Untuk kelas XI SMA ini masih dibatasi gas monoatomik. Sebenarnya ada gas yang lain, seperti gas diatomik; oksigen (O2), Nitrogen (N2), dan ada lagi gas triatomik; Karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Untuk mengetahui sifat-sifat lain tentang gas monoatomik dapat kalian cermati penjelasan berikut.

2.Syarat Gas Ideal

Gas ideal merupakan gas yang memenuhi asumsi-asumsi berikut.
 1.Suatu gas terdiri atas molekul-molekul yang disebut molekul. Setiap molekul identik (sama) sehingga tidak dapat dibedakan dengan molekul lainnya.
 2.Molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak ke segala arah.
 3.Molekul-molekul gas ideal tersebar merata di seluruh bagian.
 4.Jarak antara molekul gas jauh lebih besar daripada ukuran molekulnya.
 6.Tidak ada gaya interaksi antarmolekul; kecuali jika antarmolekul saling bertumbukan atau terjadi tumbukan antara molekul dengan dinding.
 7.Semua tumbukan yang terjadi baik antarmolekul maupun antara molekul dengan dinding merupakan tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu yang sangat singkat (molekul dapat dipandang seperti bola keras yang licin).
 8.Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.
Sifat-sifat gas ideal adalah sebagai berikut:
1. Terdiri atas partikel yang banyak sekali dan bergerak sembarang.
2. Setiap partikel mempunyai masa yang sama.
3. Tidak ada gaya tarik menarik antara partikel satu dengan partikel lain.
4. Jarak antara partikel jauh lebih besar disbanding ukuran sebuah partikel.
5. Jika partikel menumbuk dinding atau partikel lain, tumbukan dianggap lenting sempurna.
6. Hukum Newton tentang gerak berlaku.
7. Gas selalu memenuhi hukum Boyle-Gay Lussac.
semoga artikel dari kami les privat sidoajo bermanfaat!

 

 

Pengertian Elastisitas dalam ilmu fisika

Written by Avicenna Education. Posted in artikel

kali ini les privat sidoarjo akan membhas artikel tentang Pengertian Elastisitas dalam ilmu fisika.
pengertian Elastisitas dalam ilmu fisika
Elastisitas adalah sifat benda yang cenderung mengembalikan keadaan ke bentuk semula setelah mengalami perubahan bentuk karena pengaruh gaya (tekanan atau tarikan) dari luar.
Kemampuan benda untuk kembali ke bentuknyasemula. Di alam semesta ini semua benda yang diberi gaya akan mengalami suatu perubahan. Apabila gaya hilang maka benda mungkin akan dapat kembali ke bentuk semula. Perubahan benda sangat dipengaruhi oleh Elastisitas benda tersebut.
Semua benda, baik yang berwujud padat, cair, ataupun gas akan mengalami perubahan bentuk dan ukurannya apabila benda tersebut diberi suatu gaya. Benda padat yang keras sekalipun jika dipengaruhi oleh gaya yang cukup besar akan berubah bentuknya.
Ada beberapa benda yang akan kembali ke bentuk semula setelah gaya dihilangkan, tetapi ada juga yang berubah menja di bentuk yang baru. Hal itu berkaitan dengan sifat elastisitas benda.
Adapun benda benda yang tidak memiliki elastisitas (tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut benda plastis.
Contoh benda plastis adalah tanah liat dan plastisin (lilin mainan). Ketika diberi gaya, suatu benda akan mengalami deformasi , yaitu perubahan ukuran atau bentuk. Karena mendapat gaya, molekul-molekul benda akan bereaksi dan memberikan gaya untuk menghambat deformasi. Gaya yang diberikan kepada benda dinamakan gaya luar, sedangkan gaya reaksi oleh molekul-molekul dinamakan gaya dalam. Ketika gaya luar
dihilangkan,gaya dalam cenderung untuk mengembalikan bentuk dan ukuran benda ke keadaan semula.
  -Modulus Elastisitas (Modulus Young)

Modulus elastisitas adalah angka yang digunakan untuk mengukur objek atau ketahanan bahan untuk mengalami deformasi elastis ketika gaya diterapkan pada benda itu. Modulus elastisitas suatu benda didefinisikan sebagai kemiringan dari kurva tegangan-regangan di wilayah deformasi elastis.  Bahan kaku akan memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi. Persamaan modulus elastisitas adalah perbandingan antara tegangan dan regangan.
a. Tegangan (Stress)
Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada permukaan benda persatuan luas. Tegangan dalam elastisitas dirumuskan:
Tegangan = Gaya/(Satuan luas)
atau
σ = F/A
Tegangan sama seperti tekanan, ia memiliki satuan Pascal (Pa) atau N/m2.
b. Regangan (Strain)
Regangan dalam elastisitas adalah pertambahan panjang yang terjadi pada suatu benda akibat pengaruh gaya luar setiap panjang mula-mula benda tersebut sebelum gaya luar bekerja padanya. Regangan dapat dituliskan dengan persamaan:
Regangan = pertambahan panjang / (panjang awal)
atau
e = ∆l/lo 
Keterangan :
e   = Regangan
∆l =  Pertambahan panjang (m)
lo  = Panjang awal (m)
Karena regangan adalah perbandingan dari dua besaran yang sejenis maka ia hanya seperti koefisien (tanpa punya satuan).
c. Mampatan
Mampatan hampir sama seperti regangan. Bedanya, regangan terjadi karena gaya tarik yang mendorong molekul benda terdorong keluar sedangkan mampatan karena gaya yang membuat molekul benda masuk ke dalam (memampat).
d. Modulus Elastis (Modulus Young)
Modulus young adalah perbandingan antara tegangan dengan regangan. Modulus young dapat dituliskan dengan persamaan:
E = Tegangan/Regangan
atau
E = σ/e=(F⁄A)/(∆l / lo )=(F.lo)/(A.∆l)
semoga Atikel dari kami bermanfaat!